JEMBER,Waskita24.com Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Sungai Avour Bedadung, Dusun Krajan Kidul, Desa Balungkulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, terus berlanjut sebagai upaya mendukung peningkatan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat. Pengerjaan tahap ini difokuskan pada pemasangan besi cakar ayam untuk pembuatan fondasi dan kolom sebagai bagian dari tahapan konstruksi jembatan, Senin (19/10/2026).
Jembatan gantung tersebut direncanakan memiliki panjang 53 meter dan lebar 1,5 meter, dengan lebar sungai sekitar 48 meter. Infrastruktur ini diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 1.100 jiwa atau 225 kepala keluarga, termasuk 250 siswa yang membutuhkan akses untuk menunjang aktivitas pendidikan. Kehadiran jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Pelaksanaan pembangunan telah dimulai sejak 9 September 2026 dengan melibatkan 18 personel TNI, satu orang konsultan, serta 10 warga masyarakat. Sejumlah material konstruksi telah didatangkan, di antaranya besi ukuran 12 inci sebanyak 63 batang, besi ukuran 8 inci sebanyak 34 batang, pasir dua truk, batu pecah satu truk, serta kayu bekisting sebanyak 20 lonjor. Sementara itu, anggaran pembangunan masih dalam proses peninjauan atau review.
Danramil 0824-22/Balung Kapten Arm M Ismuni menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan upaya penting untuk mendukung kebutuhan infrastruktur masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses penghubung antarwilayah. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan akses perjalanan yang lebih baik.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara personel TNI, konsultan, dan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. “Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan faktor keselamatan. Dukungan serta kerja sama semua pihak sangat diperlukan agar nantinya jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat,” ujar Kapten Arm M Ismuni.
Berdasarkan laporan pada 19 Oktober 2026, pekerjaan masih berfokus pada pemasangan besi cakar ayam untuk fondasi dan kolom. Kondisi cuaca dilaporkan cerah pada pagi, siang, dan sore hari, sedangkan situasi di lokasi pembangunan terpantau aman tanpa hal menonjol. Koramil 0824-22/Balung mendukung kelanjutan pembangunan tersebut agar nantinya dapat memperkuat konektivitas wilayah, menunjang akses pendidikan, serta mendorong kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Balungkulon dan sekitarnya.

.jpeg)
