JEMBER,Waskita24.com Koramil 0824-25/Jenggawah melalui Babinsa Desa Kertonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui pendampingan kelompok tani penerima program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun 2026. Kegiatan pendampingan dilaksanakan di Dusun Gumuk Jati, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Sabtu (17/10/2026).
Pendampingan tersebut menyasar Kelompok Tani (Poktan) Kerto Santoso yang melaksanakan program OPLAH dengan fokus pada penyediaan sarana pengairan pertanian melalui pompanisasi dan pembangunan sumur bor menggunakan sibel listrik. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian sehingga kegiatan budidaya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pekerjaan pengeboran sumur telah mencapai kedalaman 80 meter dan dinyatakan selesai 100 persen. Sementara itu, pengerjaan rumah sumur bor dan pembangunan tandon air masih berlangsung dengan progres sekitar 60 persen. Babinsa terus melakukan pendampingan guna mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan serta mendorong koordinasi yang baik antara kelompok tani dan pihak terkait.
Danramil 0824-25/Jenggawah, Kapten Inf Suprayitno, menyampaikan bahwa pendampingan kepada kelompok tani merupakan bagian dari peran TNI AD dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Menurutnya, ketersediaan sarana pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang keberhasilan usaha tani dan meningkatkan produktivitas lahan.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara Babinsa, kelompok tani, dan instansi terkait agar pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan adanya fasilitas sumur bor dan tandon air, kebutuhan pengairan diharapkan dapat terpenuhi secara lebih baik sehingga petani memiliki dukungan sarana yang memadai dalam mengelola lahan pertanian.
Melalui kegiatan pendampingan ini, Koramil 0824-25/Jenggawah berharap pembangunan sarana pengairan Poktan Kerto Santoso dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan secara optimal. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan wilayah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.

.jpeg)
