JEMBER,Waskita24.com Koramil 0824-13/ Rambipuji melalui Bati Komsos Pelda Kusnadi menghadiri kegiatan Pembahasan Mekanisme dan Koordinasi Penanganan Orang Terlantar (OT) yang digelar di Ruang Rapat Terminal Tawang Alun, Kabupaten Jember, Rabu (15/07/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan langkah antarinstansi guna meningkatkan efektivitas pelayanan sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
Rapat yang dipimpin Kepala Balai Terminal Tawang Alun, Bambang Hermanto, S.Si., M.Sc., dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Jember, Satpol PP, Kepolisian, TNI, pengelola Terminal Tawang Alun, serta unsur terkait lainnya. Pembahasan difokuskan pada penyusunan mekanisme penanganan orang terlantar secara cepat, terpadu, dan humanis, mulai dari proses identifikasi, rujukan pelayanan medis maupun sosial, hingga pemulangan ke daerah asal.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah koordinasi, di antaranya orang terlantar yang masih berada dalam wilayah Provinsi Jawa Timur akan dipulangkan kepada keluarga melalui Dinas Sosial. Bagi orang terlantar yang masih sehat juga akan diberikan bantuan uang saku sebagai bekal perjalanan pulang. Sementara itu, apabila berasal dari luar provinsi, penanganannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial provinsi asal. Sedangkan apabila terdapat orang terlantar maupun ODGJ yang diamankan di Polsek, akan diarahkan terlebih dahulu ke kantor kecamatan sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Danramil 0824-13/ Rambipuji Kapten Cke Mulyadi, S.H. memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum koordinasi tersebut. Menurutnya, penanganan orang terlantar tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang solid agar pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat, tepat, dan manusiawi.
"Koramil 0824-13/ Rambipuji siap mendukung setiap upaya koordinasi lintas sektor dalam penanganan orang terlantar. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Dinas Sosial, Satpol PP, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap mekanisme yang telah disepakati dapat diterapkan secara efektif sehingga setiap warga yang memerlukan bantuan memperoleh pelayanan yang layak, cepat, dan sesuai prosedur," ungkap Kapten Cke Mulyadi, S.H.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan sosial yang lebih responsif, terpadu, dan berorientasi pada kepentingan kemanusiaan di Kabupaten Jember.

.jpeg)
