JEMBER,Transnews24.com Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal kembali terlihat dalam kegiatan Selamatan dan Do’a Bersama Rangkaian Petik Tebu Tahun 2026 yang digelar di Kebun HGU Spada, Dusun Gumuk Bago, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur manajemen MKSO Kebun Lumajang Raya Rayon Jember, jajaran PG Semboro, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat kewilayahan dari Koramil 0824-13/Rambipuji dan Polsek Rambipuji.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, sambutan, tawasul dan do’a bersama, prosesi petik tebu tahun 2026 hingga penutupan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan. Kehadiran Babinsa Desa Nogosari dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI AD melalui Koramil Rambipuji dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
Danramil 0824-13/Rambipuji Kapten Cke Mulyadi, S.H. menyampaikan bahwa tradisi selamatan petik tebu bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, namun memiliki makna mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan, petani, dan masyarakat.
“Koramil Rambipuji akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan positif yang bertujuan menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Tradisi petik tebu ini adalah warisan kearifan lokal yang harus terus dijaga karena di dalamnya terdapat nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur,” tegas Kapten Cke Mulyadi, S.H.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aparat kewilayahan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman, harmonis, dan kondusif di wilayah binaan. Dengan terjalinnya sinergi yang kuat antara TNI, masyarakat, dan dunia usaha, diharapkan produktivitas sektor perkebunan tebu di wilayah Rambipuji terus meningkat dan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat.
