Jembatan Perintis Garuda Tempurejo Capai 70 Persen, Danramil Tempurejo Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Target

JEMBER,Waskita24.com Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Dusun Bandialit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember terus menunjukkan progres positif. Hingga Minggu (10/05/2026), pengerjaan jembatan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut telah mencapai 70 persen.

Jembatan yang dibangun di atas Kali Cawang itu memiliki panjang 8 meter dan lebar 3 meter dengan kapasitas tonase mencapai 15 ton. Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan mampu menunjang aktivitas masyarakat, khususnya akses transportasi dan distribusi hasil pertanian bagi sekitar 1.200 jiwa atau 700 Kepala Keluarga di wilayah setempat.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, sejumlah tahapan pekerjaan telah berhasil diselesaikan, di antaranya pembongkaran jembatan lama, pembuatan jembatan darurat, pemasangan gelagar baja WF, pembesian lantai jembatan, hingga pengerjaan pasangan batu pada peninggian TPT. Sementara beberapa tahapan lanjutan seperti pemasangan pembatas jembatan, pengecoran beton, plesteran, pengecatan serta pemasangan prasasti masih dalam proses penyelesaian.

Kegiatan pembangunan melibatkan personel gabungan terdiri dari 3 anggota TNI, 1 tenaga konsultan, dan 20 warga masyarakat yang secara aktif bergotong royong mendukung percepatan pembangunan.

Danramil 0824-09/Tempurejo Kapten Inf Syaifudin menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan dan kawasan terpencil.

“Jembatan ini memiliki peranan sangat penting sebagai sarana penghubung aktivitas masyarakat. Kami bersama seluruh unsur terkait terus berupaya agar proses pembangunan berjalan aman, lancar dan selesai sesuai target yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mendukung kelancaran pembangunan tersebut.

“Semangat gotong royong warga sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun wilayah,” tegas Kapten Inf Syaifudin.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama