JEMBER,Waskita24.com Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, menunjukkan progres signifikan dengan capaian pekerjaan mencapai 75 persen. Kegiatan yang berada di wilayah Kodim 0824/Jember ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan konektivitas dan perekonomian masyarakat setempat. Rabu (22/04/2026).
Jembatan dengan panjang 14 meter dan lebar 2,5 meter tersebut dibangun untuk melintasi saluran dengan lebar 13 meter, yang selama ini menjadi kendala mobilitas warga, terutama saat musim hujan. Dengan ketinggian jembatan mencapai 3 meter, diharapkan mampu mengantisipasi potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Sejumlah tahapan pekerjaan telah berhasil diselesaikan, di antaranya pembongkaran jembatan lama, pembangunan jembatan darurat, pemasangan gelagar baja (WF), serta pemasangan pembatas jembatan. Selain itu, proses pembesian dan pemasangan begesting untuk lantai beton juga telah rampung, tinggal menunggu tahap pengecoran. Sementara itu, pengerjaan peninggian tembok penahan tanah (TPT) masih dalam tahap pondasi.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, personel TNI bersinergi dengan tenaga konsultan serta partisipasi aktif masyarakat setempat, dengan total keterlibatan mencapai 64 orang. Kehadiran masyarakat dalam proses pembangunan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Danramil 0824-26/Jelbuk, Kapten Cke Hadi Windoko, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial. Kami terus mendorong percepatan pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Kapten Hadi Windoko.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan tersebut. Dengan selesainya jembatan ini nantinya, diharapkan sekitar 1.150 jiwa atau 325 kepala keluarga dapat merasakan manfaat langsung berupa akses yang lebih aman dan lancar.

.jpeg)
