LUMAJANG,Waskita24.com Di tengah ancaman lahar dingin yang terus mengalir dari lereng Gunung Semeru, prajurit TNI kembali menunjukkan keberpihakan penuh pada keselamatan rakyat. Dengan kondisi medan yang berubah cepat dan cuaca yang sulit diprediksi, para personel TNI bergerak cepat membantu warga yang terjebak atau mengalami kesulitan melintasi jalur yang tertutup material vulkanik, Sabtu (29/11/2025).
Dalam dokumentasi lapangan, terlihat seorang prajurit TNI berjuang mendorong sepeda motor warga yang terperosok di aliran lahar dingin, sementara prajurit lainnya mengawasi derasnya arus material pasir dan batu yang meluncur dari hulu. Kombinasi antara lumpur pekat, bebatuan licin, dan aliran air yang berubah drastis setiap saat menjadikan jalur tersebut sangat berbahaya untuk dilalui masyarakat.
Danramil 0821/15 Tekung, Kapten Czi Muhammad Khotib, yang memimpin langsung operasi kemanusiaan tersebut, menegaskan bahwa kehadiran TNI di wilayah terdampak bukan sekadar tugas, tetapi merupakan bentuk pengabdian yang lahir dari panggilan moral.
“Kami hadir untuk memastikan setiap warga bisa melewati jalur ini dengan selamat. Di saat lahar dingin melintasi jalan desa, risiko terperosok, terbawa arus, bahkan kecelakaan fatal sangat tinggi. Karena itu, prajurit kami siaga untuk membantu kapan pun dibutuhkan,” ungkap Kapten Khotib.
Ia menekankan bahwa kondisi di kawasan Semeru bersifat dinamis dan dapat berubah hanya dalam hitungan menit. Titik yang sebelumnya aman dapat berubah menjadi aliran lahar aktif, membuat masyarakat rentan terhadap bahaya. Untuk itu, pihaknya terus mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melintas bila debit air meningkat atau material vulkanik mulai turun.
Aksi cepat para anggota TNI tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang merasa lebih tenang dan terlindungi dengan kehadiran prajurit di jalur rawan. Bagi mereka, keberadaan TNI bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman di tengah situasi darurat yang tak menentu.
Melalui tindakan nyata ini, Danramil Tekung kembali menguatkan jati diri TNI sebagai “Tentara Rakyat”—penjaga keselamatan sekaligus pengawal kehidupan masyarakat saat bencana mengancam.
Dengan keteguhan dan kepedulian yang tidak pernah padam, TNI Lumajang terus bergerak di garis terdepan penanggulangan bencana Semeru, memastikan setiap langkah warga menuju tempat aman dapat dilalui tanpa kehilangan harapan. (Pendim 0824/Jember).


